Tutorial SPSS | Menghitung Standar Deviasi

Kita tidak asing dalam istilah Standar Deviasi ini. Standar Deviasi atau yang biasa kita singkat SD merupakan salah satu teori dalam ilmu statistk atau teori kemungkinan. Dalam ilmu statistik, SD ditunjukkan dari banyaknya variasi yang ada dari rata-rata. Akan tetapi SD juga sering dipakai cabang ilmu lain misalnya biologi, kimia, dan fisika. Dalam biologi misalnya, sering dipakai dalam pengumpulan data eksperimen untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesalahan atau error. Biasanya, semakin kecil standar deviasi maka data tersebut lebih bagus daripada yang memiliki standar deviasi yang besar. Contohnya, kita melakukan eksperimen dengan ulangan tiga kali (karena minimal dalam eksperimen ulangannya adalah 3 kali). Hasil rata-rata dari ketiga ulangan eksperimen itu misalnya 10. Jika kita mendapat standar deviasi dengan nilai 1 itu lebih bagus daripada kita mendapat standar deviasi dengan nilai 5. Mengapa? Kalau standar deviasi 1 bisa diartikan 10 plus minus 1. Sehingga variasinya berkisar antara 9 sampai 11. Dan tingkat keakuratan ketiga ulangan eksperimen bisa dikatakan tinggi karena hasil eksperimen yang dihasilkan mirip-mirip. Kalau standar deviasi 5 bisa dihitung sendiri rangenya sekitar berapa sampai berapa.

Di jaman sekarang ini, sudah banyak yang menyediakan fasilitas mencari berapa besar standar deviasi, contohnya Excel bahkan di kalkulator pun bisa. Akan tetapi, sebenarnya kita bisa menghitung secara manual standar deviasi tanpa menggunakan rumus-rumus!

Untuk menghitung standar deviasi, ada dua bagian dalam berhitung. Pertama, adalah menghitung mean atau rata-rata. Kedua, barulah kita dapat menghitung masing-masing deviasi. Baiklah, langsung saja pada contoh.

Langkah yang pertama. Apabila kita mendapatkan data sebanyak 4 kali yaitu: 12, 15, 19, dan 24. Totalnya adalah 12 + 15 + 19 + 24 = 70. Dan bila dicari rata-ratanya (mean) adalah total yang tadi 70 dibagi 4 = 17.5

Kemudian langkah kedua yaitu, menghitung standar deviasi dari masing-masing data dikurangi rata-rata. Misalnya 12 – 17.5 = -5.5 Sehingga didapatkan hasil dari tiap-tiap data adalah: -5.5, -2.5, +1.5, +6.5

Kemudian dari data-data yang didapat barusan di kuadratkan (dikalikan dengan nilai itu sendiri). Misalnya: -5.5 x -5.5 = 30.25 Dan hasil dari masing-masing data tersebut dijumlahkan. Sehingga akan seperti ini: 30.25 + 6.25 + 2.25 + 42.25 = 81

Selanjutnya dari hasil jumlah tadi, 81, dibagi dengan banyaknya nilai dikurangi 1. Misalnya kita tadi punya data sebanyak 4, kemudian dikurangi 1 jadinya 3. Sehingga: 81 / 3 = 27

Langkah terakhir adalah pengakaran kuadrat dari hasil tadi. 27 ½ = 5.2 Sehingga 5.2 adalah standar deviasi. Berapa range-nya? Kita plus minus dengan rata-rata (mean). 17.5 + 5.2 = 22.7 dan 17.5 – 5.2 = 12.3

Sehingga dari rata-rata 17.5 range-nya 12.3 sampai 22.7

Dan setelah ini kita bisa aplikasikan untuk membuat grafiknya. Bagaimana, mudahkan? Jika tidak ada komputer atau kalkulator kita bisa menghitung standar deviasi sendiri.

Segera Hub :
Jogja Multimedia
Jl. Magelang KM 7,5 Yogyakarta
HP : 0877.3887.5400
WA : 0877.3887.5400

Pin BB : 5229B9B9
website : www.jogjacourse.com
website : www.jogjacourse.net
website : www.jogjalearn.com
website : www.jogjalearn.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s